Menghabiskan Senja di Istana Ratu Boko

Daerah Istimewa Yogyakarta memang istimewa, sangat cocok dengan namanya. Selain terdapat Candi Prambanan dan Borobudur, di Yogyakarta juga terdapat sebuah situs yang tak kalah megah, namun memang lebih jarang didengar, Istana Ratu Boko. Situs ini berbeda dari candi-candi lainnya, terdapat beberapa bagian bangunan di dalam kompleksnya yang dulunya adalah sebuah istana.

Kompleks Istana Ratu Boko memiliki luas 25 hektar, di dalamnya terdapat gapura utama sebagai pintu masuk kompleks, lapangan, kolam, paseban dan candi pembakaran. Di bagian tenggara meliputi pendopo, beberapa balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Di kompleks ini juga terdapat goa batu yang terletak di bagian timur. Sedangkan bagian barat kompleks hanyalah berupa perbukitan. Di perbukitan ini, Momopal dapat memandang Candi Prambanan yang berdiri megah dengan yang berjarak hanya 3 km.

Ratu Boko

Begitu memasuki Kompleks, Momopal akan disambut gerbang utama yang terdiri dari satu gerbang berukuran besar dan dua berukuran kecil. Di depannya terdapat undakan yang semakin menguatkan identitas sebagai sebuah istana. Pada gerbang utama, terdapat tulisan panabwara yang mengacu pada nama Rakai Panabwara, yaitu sang penguasa Istana Ratu Boko.

Ratu Boko

Di sebelah kiri gerbang utama, terdapat Candi Pembakaran yang berukuran 4×4 meter, yang diduga dulunya dipakai untuk membakar mayat. Upacara pembakaran mayat dahulu kala merupakan hal yang wajib dilakukan ketika ada warga yang meninggal dunia.
Ratu Boko

Ratu Boko

Beralih ke sebelah selatan gerbang utama, terdapat Paseban yang dulunya dipakai untuk menghadap raja. Paseban adalah situs berupa teras yang memiliki luas 38×7 meter dan tinggi 1,5 meter. Di atas teras terdapat tumpukan batu yang diduga sebagai pondasi untuk tiang dan atap bangunan. Di bagian selatan Kompleks ini juga terdapat Pendopo yang berukuran 40×30 meter. Pendopo ini dulunya adalah teras yang digunakan untuk menyambut para tamu raja.

 

Ratu Boko
Beranjak ke sebelah timur laut Paseban, terdapat Gua Lanang yang berbentuk persegi dengan kedalaman 2,9 meter dan tinggi 1,3 meter. Sementara di sebelah tenggara Paseban terdapat Gua Wadon yang memiliki kedalaman 1,7 meter dan tinggi 1,3 meter.

Ratu Boko

Berikutnya adalah kolam besar yang diduga digunakan sebagai tempat pemandian untuk raja dan para wanita, yang bernama Keputren. Bangunan ini dikelilingi dengan dinding bebatuan setinggi dua meter dengan luas 8×31 meter. Di dalamnya terdapat satu buah kolam besar yang berbentuk bujur sangkar dan dua buah kolam berbentuk persegi, serta delapan kolam lain yang berbentuk bundar.

Ratu Boko
Setelah puas menjelajah seisi kompleks Istana Ratu Boko, Momopal bisa beristirahat sejenak sambil menantikan pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah. Tentunya dengan mengunjungi Istana Ratu Boko, bukan hanya pengetahuan sejarah Momopal saja yang bertambah, namun Momopal juga mendapatkan bonus pemandangan alam yang menakjubkan. Jadi, tunggu apalagi? Segera rencanakan liburan Momopal ke Istana Ratu Boko bersama dengan Momotrip

Source image: google.com

 

Add Comment

Loading...