Menyusuri Jejak Erupsi Gunung Merapi sambil Menunggangi Jeep

Mungkin masih rekat di benak Momopal tentang musibah erupsi gunung merapi yang terjadi pada 5 November 2010. Bencana yang menewaskan sekitar 200 orang dan mengharuskan 360 ribu orang mengungsi tersebut jelas meninggalkan luka materil maupun moril bagi penduduk sekitar. Kini, desa-desa yang terkena erupsi tersebut dapat dikunjungi oleh Momopal untuk sedikit merasakan atmosfir yang terjadi ketika bencana itu berlangsung.

Merapi
Untuk mengunjungi desa-desa di sekitar gunung merapi tersebut, Momopal dapat menggunakan mobil jeep yang disewakan beserta dengan pengemudinya. Jika Momopal terbiasa menggunakan mobil yang empuk dan nyaman, perjalanan ini akan terasa terbalik 180 derajat. Medan berbatu yang naik-turun dan jalan yang penuh lubang akan membuat perut Momopal terus terguncang. Di tengah raungan mesin jeep yang tak kenal ampun dan memacu adrenalin, Momopal akan mulai melihat puing-puing dari rumah yang dulunya terkena awan panas. Mulai dari sini mungkin batin Momopal akan mulai tersentuh ketika melihat saksi bisu bencana tersebut.

Merapi

Merapi

Setelah melewati rumah-rumah tersebut, Momopal akan tiba di Museum Sisa Hartaku. Di dalamnya terdapat peralatan yang dipakai warga setempat untuk kegiatan sehari-hari yang sudah agak hangus terkena awan panas, seperti gelas yang meleleh, uang logam, televisi, motor, bahkan terdapat kerangka sapi  yang sudah mengering. Barang yang paling mencolok di antara yang lainnya adalah jam dinding yang berhenti pada pukul 12.05 dini hari. Jam tersebut menandakan waktu ketika wedus gembel menerjang pemukiman warga. Ketika Momopal melihat barang-barang tersebut, Momopal pasti akan segera teringat tentang kuasa Sang Tuhan yang maha berkehendak.

Merapi

Selepas dari Museum Sisa Hartaku, Momopal akan melanjutkan perjalanan menuju bangker yang terletak 3km dari puncak. Kembali Momopal akan melewati jalur yang berbantu serta mengguncang jiwa. Namun tenang saja, perasaan mual Momopal akan terobati oleh pemandangan yang sangat indah. Sesampainya di bangker, suasana akan mendadak menjadi dingin. Terlihat di depan mata, bangunan kokoh yang dapat menampung 50 orang di dalamnya. Saat memasuki bangker, Momopal akan disambut oleh pintu tebal yang sekarang sudah cukup berkarat. Suasana semakin menegangkan ketika memasuki ruangan yang terasa gelap dan terasa sesak, tidak heran, karena bangker adalah sebuah ruangan yang kedap udara. Di sebelah kanan dan kiri ruangan utama, terdapat dua ruangan kecil tempat menyimpan tabung oksigen. Di ruangan ini lah dua relawan meninggal dunia akibat terkena awan panas karena lupa menutup pintu bangker. Berada di dalam sana, Momopal bagaikan memasuki mesin waktu, Momopal dapat membayangkan dengan jelas peristiwa yang terjadi 7 tahun silam. 

Merapi

Tempat terakhir yang akan Momopal tuju adalah Kali Kuning. Di sini adrenalin Momopal akan teruji dengan hebat. Melewati sungai yang cenderung kering dan medan berbatu, pengemudi jeep tidak akan mengenal ampun dan akan terus menerjang setiap rintangan. Menunggangi jeep berbondong-bondong bersama rekan-rekan Momopal sambil menyaksikan alam pegunungan yang menakjubkan, akan membuat Momopal seketika merasa menjadi segerombolan gengster seperti di film-film. Seru bukan? Makanya ayo segera ajak teman-teman Momopal untuk berpetualang di Gunung Merapi bersama dengan Momotrip!

Source image: google.com

Add Comment

Loading...