Danau Kaya Legenda di Pulau Satonda

Terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu, NTB, Danau Satonda memiliki perbedaan tersendiri dari danau yang lain. Dashyatnya letusan Gunung Tambora 202 tahun yang lalu, menimbulkan suatu fenomena alam yang cukup unik, yaitu Danau Satonda yang berair asin. Pada awalnya, Danau Satonda ini memiliki air seperti pada danau-danau pada umumnya, yaitu air tawar. Namun guncangan gempa vulkanik yang begitu kuat pada saat Gunung Tambora meletus, menyebabkan Tsunami yang menghempas Danau Satonda dan merubah airnya menjadi air asin.

Pulau Satonda

Menurut legenda yang berkembang di masyarakat sekitar, dahulu kala hiduplah seorang raja yang menyukai seorang perempuan yang rupawan. Raja itu berniat menjadikan perempuan itu untuk menjadi istrinya. Namun ketika raja itu bercerita tentang dirinya, perempuan itu menyadari bahwa raja itu merupakan anaknya, sehingga ia menolak pinangan raja itu. Seketika itu juga raja marah dan bersikukuh ingin menikahi ibu kandungnya. Kejadian itu tampaknya membuat sang dewa marah, yang kemudian meletuskan Gunung Tambora dan membuat daratan terpisah-pisah menjadi sebuah rangkaian pulau. Raja yang selamat, kemudian menangis dan menyesali perbuatannya. Kemudian, air mata raja yang mengalir tersebut berubah menjadi air danau yang berair asin, yang kita kenal sekarang dengan nama Danau Satonda.

Pulau Satonda

Ketika berkunjung ke Danau Satonda, Momopal tak hanya bisa menikmatinya dengan memandangnya saja. Momopal dapat berenang dan merasakan betapa mudahnya mengambang di danau ini. Hal ini dapat terjadi karena kadar air asin yang dimiliki danau ini kabarnya dua kali lebih banyak dari pada air laut. Tak hanya air asinnya yang membuat danau ini menyerupai laut, namun juga terumbu karang dan ikan-ikan yang hidup di bawahnya. Namun, karena kadar asin yang sangat tinggi, tak banyak hewan laut yang mampu hidup di dalamnya. Hanya beberapa jenis ikan dan alga yang mampu bertahan.

Pulau Satonda

Di tepi danau, Momopal akan melihat batu-batu yang bergantungan pada ranting pohon. Konon, masyarakat asli Sumbawa lah yang menggantungkan batu-batu tersebut, sebagai simbol dari doa dan harapan yang terkabul. Karena keunikannya itu, para pengunjung pun ikut menggantungkannya juga.

Menarik dan unik bukan? Makanya, ayo segera rencanakan perjalanan Momopal ke Pulau Satonda bersama dengan Momotrip!

Source image: google.com

Add Comment

Loading...